Sabtu, 21 November 2015

virus dan ciri-ciri

Kata virus berasal dari bahasa latin yang berarti racun. Ilmu yang mempelajari tentang virus disebut virology. Menurut para ahli biologi, virus merupakan organisme peralihan antara makhluk hidup dan benda mati. Virus ini dapat digolongkan sebagai benda mati, karena tidak mempunyai protoplasma dan dapat dikristalkan. Sedangkan dapat digolongkan sebagai benda hidup, karena mempunyai kemampuan untuk  reproduksi (berkembang biak) walaupun hanya pada sel hidup, dan memiliki asam nukleat yaitu DNA atau RNA. 

Ciri - Ciri Virus
Virus mempunyai sifat-sifat yang membedakannya dari mikroorganisme yang lain, yaitu:

  • Dalam tubuh virus terkandung salah  satu  asam  nukleat, DNA atau RNA saja.
  • Dalam proses reproduksinya, hanya diperlukan asam  nukleat.
  • Berukuran sangat kecil sekitar 20 – 300 milimikron (1 mikron = 1000 milimikron).
  • Virus tidak memiliki kemampuan untuk memperbanyak diri di luar sel-sel hidup. Dapat dikatakan virus bukanlah makhluk hidup yang mandiri, melainkan makhluk hidup yang memanfaatkan sel-sel hidup untuk memperbanyak diri (parasit obligat).
  • Dapat dikristalkan (sebagai benda tak hidup) dan dapat dicairkan kembali.
  • Virus bersifat aseluler (tidak mempunyai sel).
  • Virus tidak dapat bergerak dan melakukan metabolism.
Struktur dan Anatomi Tubuh Virus  
Tubuh virus terdiri atas kepala , kulit (selubung atau kapsid), isi tubuh, dan serabut ekor. 
Anatomi Virus
  • Kepala
Kepala virus berisi DNA dan bagian luarnya diselubungi kapsid.
  • Kapsid
Kapsid adalah selubung yang berupa protein. Kapsid terdiri atas kapsomer. Fungsi kapsid untuk memberi bentuk virus sekaligus sebagai pelindung virus dari kondisi lingkungan yang merugikan virus.
  • Isi tubuh
Bagian isi tersusun atas asam inti, yakni DNA saja atau RNA saja. Bagian isi disebut sebagai virion. DNA atau RNA merupakan materi genetik yang berisi kode-kode pembawa sifat virus. 
  • Ekor 
Ekor virus merupakan alat penancap ketubuh organisme yang diserangnya. Ekor virus terdiri atas tabung bersumbat yang dilengkapi benang atau serabut.
Klasifikasi Virus
Berdasarkan asam nukleatnya virus dibedakan menjadi: 
  • Virus DNA, contohnya: Poxvirus, Hepesviruses, Adenoviruses, Papovaviruses dan Parvoviruses.
  • Virus RNA, contohnya: Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Picornaviruses, Togaviruses, Reoviruses dan Retroviruses.
Berdasarkan Bentuk Dasarnya, Virus dibedakan menjadi:
  • Virus bentuk Ikosahedral. Contohnya virus polio dan adenovirus.
  • Virus bentuk Heliks. Contohnya virus influenza dan TMV.
  • Virus bentuk Kompleks. Struktur yang amat kompleks dan pada umumnya lebih lengkap dibanding dengan virus lainnya. Contoh virus pox (virus cacar) yang mempunyai selubung yang menyelubungi asam nukelat.
Berdasarkan  ada tidaknya selubung yang melapisi nukleokapsid, virus dibedakan menjadi:
  • Virus berselubung. Mempunyai selubung yang tersusun atas lipoprotein atau glikoprotein,        contoh: Poxvirus, Herpesviruses, Orthomyxoviruses, Paramyxoviruses, Rhabdoviruses, Togaviruses dan Retroviruses.
  • Virus telanjang. Nukleokapsid tidak diselubungi oleh lapisan yang lain. Contoh: Adenoviruses, Papovaviruses, Parvoviruses, Picornaviruses, Reoviruses.

Berdasarkan  jumlah  kapsomernya, virus dibedakan menjadi:
  • Virus dengan 252 kapsomer, contoh adenovirus
  • Virus dengan 162 kapsomer, contoh herpesvirus
  • Virus dengan 72 kapsomer, contoh papovavirus
  • Virus dengan 60 kapsomer, contoh picornavirus
  • Virus dengan 32 kapsomer, contoh parvovirus

Berdasarkan sel Inangnya, virus dibedakan menjadi:
1 . Virus Bakteri 
Tidak ada satu bakteri pun yang tidak mengandung virus. Virus yang menginfeksi bakteri adalah bakteriofag. Bakteriofag dapat berkembang cepat sehingga dalam waktu yang singkat dapat menghancurkan sejumlah bakteri.
2 . Virus Tumbuh-tumbuhan 
Sebagian besar penyakit pada tumbuh-tumbuhan disebabkan oleh virus. Bahan genetik dari virus tumbuh-tumbuhan adalah RNA. Virus ini dapat memasuki bagian dalam sel secara aktif atau dapat melalui cedera, misalnya, cedera akibat gosokan pada daun. Sejumlah besar virus dapat juga ditularkan melalui serangga. Virus sering memperbanyak diri di dalam saluran pencernaan serangga (virus persisten). Virus dapat menginfeksi tumbuhan lain setelah terjadi masa inkubasi di dalam serangga. Sementara itu, virus yang tidak persisten dapat ditularkan melalui gigitan serangga secara langsung.  
3. Virus Patogen pada Hewan 
Bahan genetik virus hewan adalah DNA ganda berpilin atau RNA polinukleotida tunggal. Virus ini dapat ditularkan secara kontak langsung atau melalui perantara serangga.  
4. Virus yang Menyerang Manusia 
Reproduksi Virus

Daur litik (virus yang menghancurkan sel induk setelah berhasil mereproduksikan diri)
Reproduksi virus secara siklus litik mengalami beberapa tahapan atau fase, yaitu :
  1. Fase Adsorbsi, yaitu penempelan bagian reseptor virus pada permukaan sel bakteri
  2. Fase Penetrasi, yaitu virus mengeluarkan enzim untuk melubangi sel bakteri, setelah itu DNA virus masuk ke sel bakteri.
  3. Fase Biosintesis (eklifase), DNA virus mengambil alih metabolisme bakteri untuk memproduksi bagian-bagian tubuh virus yang baru (protein kapsid)
  4. Fase Pematangan, DNA dan kapsid bergabung membentuk beberapa ratus virus baru (100-200 virus) yang juga memiliki lisozim untuk menghancurkan sel bakteri
  5. Fase Pelepasan (Lisis), lisozim menghancurkan dinding sel bakteri, virus-virus baru keluar, dan sel bakteri mati


Siklus Lisogenik (virus tidak menghancurkan sel bakteri tetapi virus berintegrasi dengan DNA sel bakteri sehingga jika bakteri membelah diri maka virus akan ikut membelah)

  • Tahapan  lisogenik hampir sama dengan siklus litik. Perbedaannya pada tahap penempelan        dan penetrasi, DNA virus tidak menghancurkan DNA bakteri namun hanya menyisip       padanya. DNA virus tersebut disebut profage yang bersifat laten (tidak aktif membelah).   Bila keadaan mendukung (terkena zat kimia maupun radiasi) siklus litik akan terjadi.Setelah pembentukan virus-virus baru selesai, virus akan keluar dengan cara eksositosis dan mengambil bagian membran sel untuk pembungkusnya sehingga sel inang tidak mati.
Siklus Litik dan Lisogenik


Peranan Virus dalam kehidupan sehari-hari
Virus dalam kehidupan manusia tidak selalu merugikan. Beberapa jenis virus ada yang memberi manfaat.
Virus yang memberi manfaat
  • Anti bakterial
Dapat menghancurkan bakteri-bakteri yang mengganggu,misalnya bakteri pengganggu pada produk makanan yang diawetkan.
  • Pembuatan  insulin
Virus penyebab kanker dapat dicangkokkan bersama gen-gen penghasil insulin atau zat lain ke bakteri sehingga bakteri tersebut berbiak dengan cepat dan sekaligus memproduksi insulin atau zat lain.
  • Pembuatan Interferons, Vaksin, Antitoksin dan Antibiotik
Virus yang merugikan
Virus yang menyebabkan penyakit pada manusia
- influenza virus,penyebab penyakit flu
- human immunodeficiency virus (HIV), penyebab AIDS.
- hepatitis virus, penyebab penyakit hepatitis B
- ebola virus, penyebab penyakit ebola
- measles virus, penyebab penyakit cacar
- polio virus, penyebab penyakit polio
- mumps virus, penyebab penyakit gondong
- herpes simplex virus, penyebab penyakit herpes
- human papillomavirus, penyebab penyakit kutil pada kulit
- dll
Virus yang menyebabkan penyakit pada hewan
- rous sarcoma virus, penyebab tumor pada ayam
- bovine papillomavirus, penyebab tumor pada sapi
- virus penyakit mulut dan kaki pada sapi
- virus penyakit tetelo pada ayam (new castle disease)
- rhabdovirus, penyebab rabies
- dll.
Virus yang menyebabkan penyakit pada tumbuhan
- tobacco mosaic virus (TMV), penyebab penyakit mosaic
- citrus leprosies virus (CiLV), penyebab penyakit pada jeruk
- virus tungro pada tanaman padi yang menyebabkan padi menjadi kerdil
- dll.
Pertahanan Diri Terhadap Serangan Virus
Kemampuan virus untuk menyebabkan penyakit disebut  virulensi. Virulensi virus ditentukan oleh:
a. Keberadaan dan aktivitas reseptor pada permukaan  inang yang memudahkan virus untuk melekat
b. Kemampuan virus menginfeksi sel
c. Kecepatan replikasi virus dalam sel inang
d. Kemampuan sel inang dalam  menahan serangan virus 
 
http://wonderfullygift.blogspot.co.id/2013/01/virus-ciri-ciri-anatomi-replikasi-dan.html

peranan protista

Peranan Protista Bagi Kehidupan Manusia

             Protista merupakan organisme eukariotik uniseluler yang hidup soliter atau berkoloni. Protista dapat digolongkan menjadi protista mirip hewan (protozoa), protista mirip tumbuhan (alga) dan protista mirip jamur (jamur lendir/slame mold). Bentuk tubuh organisme golongan protista amatlah beragam. Protista memiliki cara makan yang berbeda-beda, dan dapat digolongkan dalam tiga kategori:
1. Protista autototrof, yaitu protista yang memiliki klorofil sehingga mampu berfotosintesis. Contohnya : Alga
2. Protista menelan makanan, dengan cara fagositosis melalui membran sel. Contohnya: Protozoa
3. Protista saprofit dan parasit, mencerna makanan di luar sel dan menyerap sari-sari makanannya. Contoh: jamur

1. Protista Mirip Hewan (Protozoa)
Protozoa berasal dari bahasa Yunani yaitu Protos artinya pertama dan Zoon artinya hewan. Protozoa sering disebut hewan bersel satu (uniseluler). Seluruh kegiatan hidupnya dilakukan oleh sel itu sendiri melalui organel-organel yang secara fungsi analog dengan sistem organ pada hewan-hewan bersel banyak (metazoa).

Ciri-ciri Protozoa
1) Ukuran tubuh mulai dari 10 mikron-6 mm
2) Bentuk protozoa bervariasi yaitu asimetris, bilateral simetris, radial simetris dan spiral
3) Bergerak dengan flagel, pseudopodia, silia atau dengan gerakan sel itu sendiri
4) Cara hidupnya bebas, komensalisme, mutualisme, parasit
5) Cara mendapatkan makanan dibedakan menjadi : holozoik, saprofit, saprozoik, holozoik
6) Habitatnya di tempat-tempat berair, seperti di selokan, sawah, parit, sungai, dll.

Penggolongan Protozoa

Berdasarkan alat geraknya protozoa dibedakan menjadi 5 kelas yaitu:

1) Flagellata atau Mastigophora (Yunani, mastix: cambuk, poros: membawa)
Umumnya hidup di dalam air, beberapa hidup parasit pada hewan dan manusia. Flagellata mempunyai bentuk yang tetap. Berkembangbiak dengan cara aseksual dengan pembelahan biner dan seksual dengan cara konjugasi. Berdasarkan ada tidaknya klorofil kelas flagellata dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. Fitoflagellata
- Flagellata yang mampu melakukan fotosintesis karena mempunyai kromatofora
- Habitat di perairan bersih dan perairan kotor
- Contohnya: Euglena viridis (mempunyai klorofil), Euglena sanguinea (mempunyai pigmen fikoeritrin/merah), Volvox globator (hidup berkoloni), Noctiluca miliaris (mengeluarkan cahaya di malam hari).
b. Zooflagellata/dinoflagellata
- Tidak mempunyai klorofil, sehingga bersifat heterotrof
- Umumnya hidup sebagai parasit pada hewan dan manusia
- Contohnya:
Nama spesiesnya Penyakit yang ditimbulkan
Tripanosoma levisi parasit pada darah tikus
Tripanosoma cruci penyebab penyakit cagas (anemia anak)
Tripanosoma evansi sakit surrah, vector lalat tabanidae
Tripanosoma brucei penyakit nagano pada ternak
Tripanosoma gabiense sakit tidur, vektor lalat tsetse (G, palpalis)
Tripanosoma rhodosiense sakit tidur, vektor lalat tsetse (G, palpalis)
Tripanosoma vaginalis keputihan pada vagina
Leishmania donovani kalaazar
Leishmania tropika penyakit kulit

2) Ciliata/Ciliophora/Infusuria
Merupakan kelas terbesar dari protozoa. Ciliata adalah hewan yang berbulu getar. Silia berfungsi untuk bergerak. Menangkap makanan dan untuk menerima rangsangan dari lingkungan. Habitat banyak di tempat berair. Mempunyai bentuk tubuh yang tetap dan tetap, dan oval. Beberapa contoh kelas ciliata:
Paramecium caudatum
o Disebut hewan sandal
o Habitat di tempat berair, sawah, rawa
o Mempunyai dua macam nukleus yaitu mikronukleus untuk reproduksi dan makronukleus untuk membantu proses fisiologis yang lain
o Mempunyai dua macam vakuola yaitu vakuola makanan berfungsi untuk membantu mencerna makanan dan vakuola kontraktil berfungsi untuk mengeluarkan sisa makanan cair
o Berkembangbiak dengan dua cara yaitu vegetatif dengan cara pembelahan biner dan generatif dengan cara konjugasi
Nyctoterus ovalis (hidup diusus kecoa, berbentuk oval mirip Paramecium sp
Stylonichia
- Banyak ditemukan pada permukaan daun terendam air
- Bentuknya seperti siput
Balantidium coli (habitat di kolon manusia)
Stentor (bentuk seperti terompet, sesil, habitat di sawah-sawah)
Vorticella (bentuk seperti lonceng, sesil)
Didium (mangsa dari Paramecium sp)

3) Rhizopoda/Sarcodina
Bergerak dan menangkap mangsa dengan menggunakan kaki semu (ada dua macam yaitu lobodia dan filopodia). Hidup bebas di dalam air laut dan tawar. Berkembangbiak dengan cara membelah biner. Contoh-contohnya yaitu:
a. Amoeba sp
- Bentuk selalu berubah-ubah
- Habitat di air tawar
- Inti sel berfungsi untuk mengatur seluruh kegiatan yang berlangsung dalam sel
- Mempunyai vakuola makanan dan vakuola kontraktil
- Reproduksi dengan pembelahan biner
b. Contoh lain :
Nama spesies Keterangan
Entamoeba histolytica Di dalam usus halus manusia, penyebab disentri amoeba
Entamoeba coli Di dalam usus besar manusia, penyebab diare
Entamoeba gingivalis Di dalam rongga gigi, merusak gigi dan gusi
Arcella sp Memiliki kerangka luar, terdapat di air tawar
Difflugia Mempunyai selaput halus, sehingga pasir dapat menempel
Foraminifera Kerangka luar dari kapur
Radiolaria Kerangka luar dari kersik

4) Sporozoa (spora: benih, zoon : binatang)
Sporozoa adalah hewan berspora, tidak mempunyai alat gerak, bergerak dengan mengubah kedudukan tubuhnya. Hampir semua spesies ini bersifat parasit. Reproduksi dengan dua cara yaitu: vegetatif (schizogojni/pembelahan diri berlangsung dalam tubuh inang dan sporogoni/membuat spora yang berlangsung dalam tubuh inang perantara) dan generatif (melalui peleburan yang terjadi pada tubuh nyamuk). Contoh-contoh sporozoa:
a) Plasmodium vivax, penyebab penyakit malaria tertiana, masa sporulasi (2x24 jam) atau setiap 48 jam.
b) Plasmodium malariae, penyebab penyakit malaria quartana, masa sporulasi 72 jam
c) Plasmodium falcifarum, penyebab penyakit malaria tropika, masa sporulasi (1-2x24 jam)
d) Plasmodium ovale, penyebab penyakit limpa, masa sporulasi (2x24 jam), tidak terdapat di Indonesia
Daur hidup Plasmodium
Penemu daur hidup Plasmodium Laveran dan Grassi
Vektornya nyamuk Anopheles betina
Mengalami 2 fase, yaitu:
a. Fase generatif, terjadi dalam tubuh nyamuk malaria
Skema : fertilisasi ---- zigot ---- ookinet ---- oosista ---- sporozoid
b. Fase vegetatif, terjadi dalam rubuh manusia ada dua tempat yaitu:
a) Dalam hati (disebut eksoeritrositik)
Skema : sporozoid ---- skizon erytozoik ---- merozoit eryptozoik
b) Dalam darah (eritrositik)
Skema : tropozoit ---- skizon muda ---- skizon matang ---- merozoit ---- makrogamet/mikrogamet

2. Protista Mirip Tumbuhan (Alga)
Dalam sistem 5 kingdom, alga bukan nama takson dan tidak masuk dalam kingdom plantae. Alga masuk dalam kingdom protista, karena mempunyai ciri-ciri tubuh tersusun dari satu atau banyak sel, yang tidak berdiferensiasi membentuk jaringan khusus. Berdasarkan pigmen yang dikandungnya alga dibedakan manjadi 6 filum yaitu:

1) Filum Euglenophyta
Hidup di air tawar, di dalam tanah dan tempat lembab. Mempunyai ciri-ciri mirip hewan dan tumbuhan. Dianggap mirip hewan karena selnya tidak berdinding, bergerak bebas dan berbintik mata. Mirip tumbuhan karena memiliki klorofil a, b dan karotin untuk berfotosintesis.
Contoh Euglena viridis
a. Habitat di air tawar, misal di sawah atau air tergenang lainnya
b. Bentuk selnya oval, terdapat bintik mata atau stigma untuk membedakan gelap terang
c. Mempunyai satu flagel pada mulut selnya
d. Cara makan dengan fotosintesis dan memakan zat-zat organik
e. Berkembangbiak dengan pembelahan biner

2) Filum Alga Hijau (Chlorophyta)
Chlorophyta umumnya hidup di air tawar (90%) dan di laut (10%). Pigmen memiliki klorofil a, b, karotin dan xantofil, kloroplas mempunyai bentukseperti spiral, mangkuk, lembaran, bola. Tubuh bersel satu seperti benang, lembaran dan seperti tumbuhan tinggi. Reproduksi vegetatif dengan cara pembelahan biner, fragmentasi benang/koloni, pembentukan zoospora dan generatif dengan cara konjugasi, fertilisasi. Cara hidup dengan autotrof dan bersimbiosis dengan jamur membentuk lumut kerak.
Contoh Chlorophyta
Chlorophyta bersel tunggal tidak bergerak
Chlorella
a) Habitat di air tawar, air laut dan tempat yang lembab
b) Bentuk sel bulat dengan kloroplas seperti mangkuk
c) Digunakan penyelidikan metabolisme di laboratorium
d) Berperan sebagai bahan obat-obatan, bahan makanan dan bahan kosmetik
Chlorococcum
a) Bersel satu, habitat di air tawar dan tanah yang basah
b) Bentuk sel bulat telur, dengan kloroplas seperti mangkuk
c) Reproduksi dengan membentuk zoospora
Chlorophyta bersel tunggal dapat bergerak
Chlamydomonas
a) Bentuk bulat telur, dengan kloroplas seperti mangkuk dilengkapi stigma dan pirenoid (pusat pembentukan amilum)
b) Memiliki 2 flagel sebagai alat gerak
c) Terdapat 2 vakuola kontraktil
d) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora dan generatif dengan cara konjugasi/isogami
Chlorophyta berbentuk koloni tidak bergerak
Hydrodiction
a) Habitat di air tawar, koloninya berbentuk jala, reproduksi vegetatif dengan cara zoospora dan fragmentasi, reproduksi generatif dengan cara konjugasi.
b) Dapat diamati dengan mata telanjang
Chlorophyta berbentuk koloni dapat bergerak
Volvox globator
a) Habitat di air tawar, koloni berbentuk bola, tiap sel mempunyai 2 flagel
b) Reproduksi vegetatif dengan cara fragmentasi dan reproduksi generatif dengan cara konjugasi
Chlorophyta berbentuk benang
Spirogyra
a) Habitat di air tawar, kloroplas seperti pita spiral dan sebuah inti
b) Reproduksi generatif dengan cara fragmentasi dan generatif dengan cara konjugasi
Oedogonium
a) Habitat di air tawar dan sesil, kloroplas seperti jala dan tiap sel memiliki satu nukleus
b) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoozpora berflagel banyak dan generatif dengan cara fertilisasi
Chlorophyta berbentuk lembaran
Ulva lactuva
a) Hidup menempel pada kayu atau batu-batu
b) Habitat di air asin dan air payau
c) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora berflagel empat dan generatif dengan cara anisogami
Chara
a) Habitat di air tawar dan laut, menempell pada batu-batuan
b) Bentuk talusnya seperti tumbuhan tinggi
c) Reproduksi vegetatif dengan fragmentasi dan generatif dengan fertilisasi

3) Filum Alga Keemasan (Chrysophyta)
Terdiri atas alga yang uniseluler atau multiseluler. Dibedakan dalam tiga kelas utama yaitu:
a) Kelas alga hijau-kuning (xanthophyceae)
o Pigmen yang dimiliki yaitu klorofil (hijau) dan xantofil (kuning)
o Reproduksi vegetatif membentuk zoospora, generatif dengan fertilisasi
o Contohnya: Vaucheria sp
b) Kelas alga coklat-keemasan (chrysopyceae)
o Pigmen yang dipunyai klorofil (hijau) dan karoten (pigmen keemasan), hasil fotosintesis disimpan dalam bentuk karbohidrat dan minya
o Tubuhnya ada yang uniseluler, contohnya: Ochromonas sedang ada pula yang multiseluler contonya Synura
c) Kelas diatom (bacillariophyceae)
o Banyak dijumpai di atas permukaan tanah basah, tubuhnya ada yang uniseluler dan berkoloni
o Dinding tersusun atas dua belahan yaitu kotak (hipoteka) dan tutup (epiteka)
o Contohnya : Navicula, Pinnularia, Cyclofella
4) Filum Alga Api (Pyrrophyta)
a) Disebut juga dinoflagellata, tubuhnya tersusun atas satu sel dan berdinding sel, dapat bergerak aktif, habitat di laut bersifat fosforesensi (memancarkan cahaya)
b) Sebelah luarnya terdapat celah atau alur, masing-masing mengandung satu flagel
c) Pigmennya klorofil dan coklat kekuning-kuningan, contohnya Peridium
5) Filum Alga Coklat (Phaeophyta)
a) Bentuknya seperti tumbuhan tinggi, sebagian besar hidup di laut. Tubuhnya melekat di bebatuan, sedangkan talusnya terapung di permukaan
b) Pigmennya fikosantin, klorofil a, klorofil c, violaxantin, b-karotin, diadinoxantin
c) Cadangan makanan berupa lamirin yang disimpan dalam pirenoid, ruang antar sel pada dinding selnya mengandung asam alginat (algin)
d) Reproduksi vegetatif zoospora berflagel dan fragmentasi, generatif dengan cara oogami atau isogami
e) Contohnya Sargassum muticum (gulma laut), Fucus serratus, Macrocystis pyrifera (alga raksasa), Turbinaria decurrens
6) Filum Alga Kemerahan (Rhodophyta)
Habitat sebagian besar di laut (rumput laut) dan sebagian kecil di air tawar
Pigmen klorofil a, b dan fikoeritrin, karoten
Reproduksi vegetatif membentuk tetraspora dan generatif dengan cara oogami
Contohnya : Carollina., Palmaria, Batrachospermum moniliforme, Gelidium (agar-agar), Gracilaria, Euchema (kosmetik), Scinaia furcellata

Manfaat Alga Bagi Kehidupan Manusia‘
a. Bibang perikanan (sebagai makanan ikan yaitu fitoplankton dan zooplankton)
b. Bidang pertanian (Rumput laut untuk pupuk dipesisir)
c. Ekosistem perairan (sebagai produsen primer)
d. Bidang industri (tanah diatom untuk amplas, isolasi, bahan dasar kaca)
e. Bahan dasar makanan : Gelidium (agar-agar), Chondrus (minuman coklat), alginat (bahan campuran es krim), Porphyra (makanan)
f. Bahan obat-obatan (Chlorella)

3. Protista Mirip Jamur (Jamur Protista)
Protista mirip jamur tidak dimasukkan ke dalam fungi karena struktur tubuh dan cara reproduksinya berbeda. Jamur protista dibedakan menjadi dua macam yaitu:
a. Filum Jamur Lendir (Myxomycota)
a) Habitat di hutan basah, batang kayu yang membusuk, tanah lembab, kayu lapuk
b) Struktur tubuh vegetatif berbentuk seperti lendir atau plasmodium, yang berinti banyak dan bergerak seperti Amoeba
c) Fase hidupnya ada dua fase yaitu fase hewan (fase berbentuk plasmodium) dan fase tumbuhan (fase plasmodium mengering membentuk tubuh-tubuh buah yang bertangkai)
d) Reproduksi vegetatif dengan cara plasmodium dewasa membentuk spora dan generatif dengan cara peleburan spora kembara (myxoflagella, mempunyai 1 inti dan 2 flagel), yang akan membentuk zigot yang kemudian akan membentuk plasmodium.
b. Filum Jamur Air (Oomycota)
a) Hifa tidak bersekat, bersifat senositik (intinya banyak), dinding sel dari selulosa
b) Reproduksi vegetatif dengan cara membentuk zoospora, yang memiliki 2 flagel dan generatif dengan cara fertilisasi yang akan membentuk zigot yang tumbuh menjadi oospora.Contohnya : Saprolegnia (parasit pada telur ikan), Phytophthora (parasit pada tanaman kentang), Phytium (penyebab busuknya kecambah dan busuk akar)
http://lightstrom03.blogspot.co.id/2013/11/peranan-protista-bagi-kehidupan-manusia.html

KINGDOM ANIMALIA (DUNIA HEWAN)

KINGDOM ANIMALIA (DUNIA HEWAN)
  • Kingdom animalia adalah organisme yang memiliki ciri eukaryotik, multiseluler, tidak memiliki klorofil dan dinding sel, hidup heterotrof (memperoleh makanan dari organisme lain), dan  dapat bergerak pindah tempat/bebas untuk memperoleh makanan dan mempertahankan hidupnya,
  • Kingdom animalia terdiri dari kelompok invertebrata (hewan tidak bertulang belakang) dan vertebrata (hewan bertulang belakang). 
  • Pembagian kelompok hewan ini berdasarkan adanya : penyokong tubuh (notocord), tulang belakang (vertebrae), jenis rongga tubuh, sistem tubuh, otot dan pergerakan serta penutup tubuh.
  • Terkait hal tersebut beberapa istilah yang berhubungan dengan dunia hewan, yaitu :
  1. parazoa (tubuh tidak memiliki jaringan)
  2. eumetazoa (tubuh sudah memiliki jaringan)
  3. Simetri radial (jika hewan dipotong melalui sumbu pusat hewan, ke arah manapun akan membagi tubuh hewan menjadi 2 atau lebih bagian yang sama. Hewan ini hanya memiliki tubuh dorsal/bagian atas dan ventral/bawah, dan tigak memiliki bagian anterior/depan dan posterior/belakang).
  4. Simetri bilateral (jika dopotong melalui sumbu pusat hewan, atau jika di ambil garis memotong lewat mulut dan anus, akan di dapatkan bagian yang sama antara sisi kiri dan sisi kanan. (lihat gambar di atas) 
  5. Lapisan embrional adalah lapisan yang terbentuk saat perkembangan embrio, yang akan berdeferensiasi membentuk jaringan atau organ tubuh.
  6. Lapisan embrional terdiri dari la[pisan ektoderm (luar), mesoderm (tengah),endoderm (dalam).
  7. Dipoblastik adalah hewan yang memiliki dua lapisan embrional.
  8. Tripoblastik adalah hewan yang memiliki tiga lapisan embrional.
  9. Selom adalah rongga tubuh
  10. Asemolata artinya hewan yang tidak memiliki rongga tubuh
  11. Pseudoselomata adalah hewan yng memiliki rongga tubuh semu, karena rongga tubuhnya hanya sebagian dibatasi oleh mesoderm (lihat gambar di bawah)
  12. Eksoskeleton adalah rangka luar
  13. Endoskeleton adalar rangka dalam
  14. Rangka hidrostatik artinya rangka tubuh yang dipertahankan oleh tekanan yang berasal dari cairan tubuhnya
INVERTEBRATA (Hewan Tidak Bertulang Belakang)
  • Invertebrata dikelompokan menjadi delapan filum, yaitu  Porifera, Coelenterata, Plathyhelminhtes, Nemathelminthes, Annelida, Mollusca, Arthropoda dan Echinodermata.
  1. Phylum Porifera (Hewan berpori/spons)

  • Hewan multiseluler (metazoa) ,dengan tubuh berfori, belum membentuk jaringan, memiliki rangka dan saluran air.
  • Tubuhnya asimetri (tidak beraturan)
  • Struktur tubuh terdiri dari sel pinakosit (sebagai pelindung), sel koanosit yang berflagel (untuk menyerap makanan dan oksigen), sel amoebosit (mengedarkan makanan dan oksigen)
  • Hidup secara heterotrof dengan memperoleh makanan dari air yang masuk ke dalam tubuhnya melalui pori
  • Umumnya hidup di laut, melekat pada batu atau benda lainya.
  • Reproduksi secara seksual dengan pembentuksn tunas, gemmulae,dan regenerasi
  • Reproduksi secara seksual dengan pembentukan gamet
  • Mempunyai sistem sirkulasi air yang terdiri dari tiga tipe yaitu ascon, sycon  dan leucon
  1. Ascon : merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran lurus yang langsung menuju ke spongosol (rongga dalam) 
  2. Sycon : merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga-rangga yang berhubungan langsung dengan spongosol 
  3. Leucon :  merupakan tipe saluran air dimana lubang-lubang ostiumnya dihubungkan dengan saluran yang bercabang-cabang ke rongga yang sudah tidak berhubunga langsung dengan spongosol.
  • Klasifikasi berdasarkan bahan penyusun rangka terbagi menjadi tiga kelas, yaitu Hexactinelida (spikula dari silikat),Demospongiae (spikula dari silikat dengan spongin atau spongin saja), dan Calcarea (spikula dari zat kapur) sumber http://fakhrunita.byethost14.com/porifera.htm
1. Hexactinellida (Hyalospongiae),   memiliki ciri-ciri:
  •  memiliki spikula yang terdiri dari silika
  •  ujung spikula ada 6 berbentuk bintang 
  •  tubuh biasanya berwarna pucat, dan berbentuk vas bunga atau mangkuk 
  •  saluran air tipe sikonoid
  •  hidup soliter di kedalaman 200-1000m
  •  contoh: Euplectella
 2. Demospongiae ,   memiliki ciri-ciri:
  •  rangka tersusun dari serabut spongin 
  •  tubuh berwarna cerah, karena ada pigmen di amoebosit 
  •  bentuk tidak beraturan dan bercabang-cabang 
  •  saluran air tipe leukonid
  •  contoh: Spongia, Hippospongia, Niphates digitalis
3. Calcarae (Calcispongiae)  memiliki ciri-ciri:
  •  rangka tersusun dari kalsium karbonat 
  •  tubuh berwarna pucat, berbentuk vas, dompet, kendi, atau silinder
  •  saluran air tipe askonoid, sikonoid, atau leukonoid
  •  hidup di laut dangkal
  •  contoh: Clathrina, Leucettusa lancifer
  • Peranan sebagai spons mandi atau alat gosok, dan berpotensi senagai obat kangker
2. Phylum Coelenterata (Hewan berongga)
  • Hewan metazoa dipoblastik yang tubuhnya sudah membentuk jaringan, dan memiliki rongga tubuh
  • Tubuhnya simetri radial
  • Berbentuk polip (nempel pada substrat) dan medusa (bergerak bebas) dengan tentakel berpenyengat
  • Memiliki rongga pencernaan (gastrosol), sistem saraf sederhana, dan tidak memiliki sistem eksresi
  • Hidup bebas secara heterotrof dengan menggunakan tentakel untuk meangkap mangsa
  • Habitat umumnya di laut
  • Reproduksi aseksual dengan pembentukan tunas oleh polip
  • Reproduksi seksual dengan pembentukan gamet oleh medusa (lihat gb . siklus hidup obelia)
  • Klasifikasi berdasarkan bentuk dominan dalam siklus hidup, dibedakan menjadi tiga kelas yaitu Hydrozoa , Scyphozoa dan Anthozoa (lihat gambar di bawah ini)
  • Peranan merupakan komponen utama pembentuk terumbu karang sebagai tempet hidup berbagai jenis hewan dan ganggang
 Kelas Hydrozoa (yunani, hydro =air, zoa =hewan)
  • Contoh hydrozoa adalah Obelia, Hydra dan Pysalia
  • Obelia hidup berkoloni di laut, berbentuk polip dan medusa
  • gambar siklus hidup obelia :

Keterangan siklus hidup obelia :
  • Polip Obelia (2n) bereproduksi aseksual dengan tunas yang tetap melekat pada induknya, sehingga membentuk koloni .
  • Di dalam koloni, polip ada 2 jenis, yaitu polip yang memiliki tentakel (untuk makan), dan polip yang tidak memiliki tentakel (untuk reproduksi membentuk medusa)
  • Medusa (2n), kemudian lepas dari polip dan tumbuh dewasa
  • Medusa dewasa menghasilkan sperma (n) dan telur (n), yang dilepaskan ke air
  • Terjadi fertilisasi eksternal di air yang menghasilkan zygot (2n)
  • Zygot berkembang menjadi motrulla kemudian menjadi larva bersilia yang disebut Planula
  • Planula menempel di dasar laut dan tumbuh jadikoloni muda, kemudian jadi polip dewasa
Kelas Scyphozoa (yunani, scypho =mangkuk, zoa=hewan)
  • memiliki bentuk dominan berupa medusa , yang dikenal dengan ubur-ubur
  • Siklus hidup adalah :
Kelas Anthozoa (Yunani, anthos =bunga, zoa=hewan)

  • memiliki banyak tentakel yang berwarna-warni, seperti bunga
  • tidak memiliki bentuk medusa, hanya berbentuk polip
  • hidup di laut dangkal, soliter ataupun koloni
  • contoh: Tubastrea (koral atau karang), Urticina (anemon laut)
  • Rangka koral tersusun dari zat kapur, koloninya membentuk terumbu karang atau pulau karang


3. Phylum Platyhelminthes ( Cacing pipih)
  • Hewan triploblastik aselomata dengan tubuh simetri bilateral berbentuk pipih
  • Memiliki sistem saraf, sistem pencernan dengan satu lubang, tidak memil;iki sistem sirkulasi, respirsi dan eksresi
  • Hidup bebas di laut, air tawar, tempat lembab, atau parasit dalam tubuh hewan dan manusia
  • Reproduksi aseksual dengan fragmentasi yang diikuti regenersi
  • Bersifat hermafrodit, reproduksi seksual, secara sendiri atau silang
  • Terbagi menjadi tiga kelas ,yaitu Turbelaria (cacing berambut getar), Trematoda (c. isap) dan Cestoda (c, pita)
Kelas Turbelaria (cacing berambut getar)
  • Contoh Turbelaria adalah Dugesia, yang memiliki daya regenerasi yang sangat tinggi.
  • Regenerasi merupakan kemampuan makhluk hidup untuk menggantikan bagian tubuhnya yang rusak atau hilang. lihat gambar  :

Kelas Trematoda (c. isap)
  • Memiliki alat pengisap, bersifat parasit, contohnya Fasciola hepatica (Cacing hati)
  • Perhatikan gambar daur hidup cacing hati :
  • Skema pada gambar di atas adalah : Cacing dewasa pada hati bertelur---> telur keluar bersama tinja----> menetas menjadi mirasidium (larva 1)-----> masuk tubuh siput air tawar (lymnea) ----> sporokista ----> Redia (larva 2)-----> serkaria ----> ke luar dari siput -----> menempel pada tumbuhan atau rumput air ------> metaserkaria (cacing muda)------> termakan hewan ternak----> masuk kehati.
Kelas Cestoda (cacing pita)

  • Cacing pita bersifat parasit pada usus halus manusia
  • Inang perantaranya adalah sapi pada Taenia saginata dan babi pada Taenia solium
  • Untuk menghindari infeksi cacing tersebut adalah memasak dengan matang daging yang dimakan

4. Phylum Nemathelmynthes ( Cacing Benang)
  • Hewan tripoblastik pseudocelomata, tubuh simetri bilateral, berbentuk bulat panjang, dilapisi kutikula, memiliki sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulsi oleh cairan pseudoselomata, tidak memiliki sistem respirsi dan eksresi
  • Hidup bebas atau parasit
  • Hidup di tanah becek,dasar perairan tawar atau laut bebas, parasit dalam tubuh manusia, hewan dan tumbuhan
  • Reproduksi secara seksual
  • Contoh : Cacing perut, , c.tambang, c. filaria, c. kermi, dan c.Trichinella
Ascaris lumbricoides (cacing perut)


  • Awasss..., cacing perut dapat bertelur 200 ribu perhari lho, jika ada 5 ekor saja, maka jumlahnya bisa mencapai 1 juta perhari, mengerikan....,  perhatikan gambar di atas  di dalam usus seorang anak terdapat setengah kg cacing . Selengkapnya klik dokter disini http://klikdokter.com/healthnewstopics/read/2010/05/07/150275/sumbatan-usus-anak-oleh-1-2-kg-cacing-gelang
  • Perhatikan siklus hidup Ascaris : Cacing dewasa hidup diusus halus dan bertelur--->telur keluar melalui feces manusia---> menempel pada tanaman-->termakan manusia--->usus halus (18 hari) --paru-paru menetas dan berkembang jadi cacing dewasa (10-14 hari)----> menembus alveoli, masuk bronkus, kerongkongan----> usus halus (dapat hidup 2-3 tahun)

Ancylostoma duodenale (cacing tambang
  • Hidup dipertambangan daerah tropis
  • Parasit  dengan menyerap darah dan cairan di usus halus manusia
  • Ukuran jantan 9mm dan betina 12 mm
  • Perhatikan siklus hidupnya :

Wuchereria brancrofti (cacing filaria/rambut)

  • Tempat hidup dalam pembuluh limfa
  • Menyebabkan penyakit kaki gajah (elefantiasis) yaitu pembengkakan tubuh, yang terjadi akibat akumulasi cairan limpa di dalam pembuluh limfa yang tersumbat oleh cacing filaria.
  • Cacing masuk ke tubuh ditularkan oleh gigitan nyamuk culex
  • Perhatikan skema daur hidupnya :
Oxyuris vermicularis (cacing kremi)
  • ukuran 10-15 mm
  • Hudup di usus besar manusia
  • Infeksi cacing kremi terjadi secara autoinfeksi (menginfeksi dirinya sendiri, tanpa inang perantara)
  • Telur dapat tertelan , bila kita memakan makanan yang terkontaminasi telur cacing,
  • Perhatikan skema siklus hidupnya :
Trichinella spiralis (cacing otot)
  • Hidup pada otot manusia
  • Menyebabkan penyakit trichinosis, (kerusakan otot)
5. Annelida (Cacing Gelang)
  • Hewan tripoblastik selomata, tubuh simetri bilateral bersegmen, memiliki otot, sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi, sistem saraf tangga tali, dan sistem eksresi, tidk memiliki sistem respirasi, bersifat hermafrodit atau gonokoris
  • Hidup bebas di dasar laut, perairan tawar, tanah dan tempat-tempat lembab atau parasit pada tubuh vertebrata
  • Reproduksi secara aseksual dengan fragmentasi kemudian beregenerasi dan seksual dimana testis dan ovarium ada yang terdapat pada satu individu (hermafrodit), ada juga yang terpisah (gonokoris)
  • Terbagi menjadi tiga kelas Polychaeta. Oligochaeta, Hirudinea (lintah)
Kelas Polychaeta (Annelida berambut banyak)
  • Polychaeta pada setiap segmen tubuhnya memiliki sepasang struktur seperti dayung yang disebut parapodia sebagai alat gerak, dan berfungsi juga sebagai insang untuk bernapas
  • ada tiap parapodia terdapat seta (rambut kaku)
  • Contoh : cacing palolo dan cacing wawo, yang dapat dikonsumsi oleh orang di kepulauan Maluku
Kelas Oligochaeta (Annelida berambut sedikit)
  • Cacing tanah makan dengan cara menelan tanah selama menggali, jadi organisme dan bahan organik yang ada dalam tanah akan dicerna, dan ada makanan yang tidak dicerna akan dikeluarkan melalui anus.
  • Sisa buangan ini akan di bawa ke permukaan tanah dan membentuk gundukan kecil yang disebut kascing, yang dapat menggemburkan dan menyuburkan tanah 


Kelas Hurudinea (lintah)


  • Hirudinea ada yang bersifat  ektoparasit di permukaan tubuh inangnya untuk mengisap darah dan ada yang hidup bebas dengan memakan invertebrata kecil, seperti sifut
  • contoh pacet dan lintah yang memiliki rahang seperti silet untuk merobek kulit inang , kemudian mengeluarkan zat anastesi, dan juga mgaluarkan hirudin, (anti anti penggumpalan), sehingga lintah mengisap darah sebanyak mungkin
  • Lintah dapat di gunakan untuk pengobatan penyakit mengeluarkandarah kotor dan bisul.
6. Mollusca (hewan lunak)
  • Hewan tripoblastik selomata dengan simetri bilateral, bertubuh lunak,
  • Hidup bebas di laut, air tawar atau darat
  • Tubuh terdiri dari kaki, massa viseral,dan mantel, bercangkang,
  • Sistem pencernaan lengkap, sistem sirkulasi terbuka atau tertutup, sistem saraf terdiri dari ganglion dan serabur saraf, resfirasi dengan insang atau rongga mantel, eksresi dengan nefridia
  • Reproduksi seksual secara internal atau eksternal, dn bersift dioseus atau monoseus
  • Terbagi menjadi tiga kelas yaitu Gastropoda (kaki di perut), Pelecypoda (kaki pipih seperti kampak), Cephalopoda (kaki di kepala)
  • Peranan moluska yang menguntungkan sebagai bahan makanan, perhiasan, sedangkan yang merugikan merupakan hama tanaman (bekicot), dan perantara penyakit cacing hati (Lymnea)
Kelas Gastropoda (kaki di perut)
  • Gastrpoda (latin, gaster= perut, podos =kaki) adalah kelompok hewan yang menggunakan perut sebagai alat derak /kaki
  • Ex : siput air (Lymnea sp), bekicot (Achatina fulica)



Kelas Pelecypoda (kaki pipih seperti kampak)



  • memiliki dua buah cangkang pipih setangkup sehingga disebut bivalvia
  • Cangkang tersusun dari lapisan perioatakum,prismatik, nakreas
  • Pada tiram mutiara, jika diantara mantel dan cangkangnya masuk benda asing seperti pasir, lama kelamaan akan terbentuk mutiara. Mutiara terbentuk karena benda asing terbungkus oleh hasil sekresi lapisan cangkang nakreas
  • Memiliki insang berbentuk lembaran yang disebut lamellibranchiata
Kelas Cephalopoda (kaki di kepala)








  • memiliki kantong tinta, yang berisi cairan seperti tinta berwarna hitam, untuk melindungi diri musuh, caranya jika terancam oleh musuh maka cairan tinta akan dikeluarkan melalui anus yang terletak di kepala
  • makanan berupa kepiting, ikan atau invertebrata lainnya
  • contoh : cumi-cumi (loligi sp), gurita (Octopus sp), sotong (Sepia officinalis)

7.  Filum Arthropoda ( hewan kaki beruas)
  • Hewan tripoblastik selomata, simetri bilateral, memiliki kaki dan tubuh beruas
  • Hidup deberbagai habitat secara bebas, parasit, komensal atau simbiotik
  • Tubuh terdiri dari caput (kepala), toraks (dada),dan abdomen (perut), berangka luar(eksoskeleton), jumlah anggota tubuh beragam
  • Sistem indra berkemang baik, sistem saraf tangga tali, sistem pencernaan lengkap, eksresi menggunakan tubula malphigi atau dibantu kelenjar eksresi tertentu, respirasi dngan insang, paru-paru buku atau trakea, sistem sirkulasi terbuka artinya darah tidak selalu mengalir di dalam pembuluh darah 
  • Bersifat deoseus, reproduksi seksual secara internal
  • Mengalami eksdisis atau molting yaitu tahap pengelupasan eksoskeleton, sebagian bermetamorfosis
  • Reproduksi secara aseksual ada yang mengalami partenogenesis yaitu pembentukan individu baru tanpa melalui fertilisasi (pembuahan) dan individu yang dihasilkan bersifat steril terjadi pada lebah madu jantan, tawon dan semut, dan seksual dengan pembentukan gamet
  • Terbagi menjadi empat kelas berdsarkan srtuktur tubuh dan kaki, yaitu Arachnoidea, Myriapoda, Crustacea, dan Insecta
1. Kelas Arachnoidea (laba-laba)
  • Arachnoidea terbagi menjadi tiga ordo yaitu Arachnida, Scorpionida dan Acarina

Arachnida
Scorpionida
Acarina
  • Scorpionida memiliki alat penyengat beracun pada segmen terakhir, contoh kalajengking (Uroctonus mondax)
  • Arachnida , contoh laba-laba serigala (Pardosa amenata), memiliki ciri-ciri tubuh terdiri dari sepalotoraks (kepala-dada menyatu) dan abdomen abdomen yang tidak bersegmen, memiliki sepasang  kalisera (alat sengat), sepasang pedipalpus (capit).Pada bagian posterior abdomen terdapat spinered yaitu organ berbentuk kerucut dan dapat berputar bebas. Dalam spinered terdapat spigot merupakan lubang pengeluaran kelenjar benang halus yang mensekresikan cairan yang mengandung protein elastik, yang akan mengeras di udara membentuk benang halus untuk menjebak mangsa (sarang laba-laba). respirasi dengan paru-paru buku (trakea), eksresi dengan tubula malpighi ataupun dengan kelenjar koksal.
  • Acarina memiliki tubuh yang sangat kecil, contoh caplak (tungau)
Kelas Myriapoda (berkaki banyak)

  • Myriopoda terbagi menjadi dua ordo yaitu Chilopoda dan Diplopoda
  • Contoh chilopoda adalah kelabang (Csutigera sp).Pada tiap segmen tubuhnya terdapat sepasang kaki dan spirakel (liubang respirasi). pasangan pertama kaki termodifikasi menjadi alat penyengat beracun.
  • Diplopoda atau kaki seribu atau keluwing, bersifat herbivora dan pemakan sisa organisme, tiap segmen tubuh memiliki dua pasang kaki dan dua pasang spirakel, tidak memili,alat penyengat, bila diganggu tubuhnya akan menggulung.
Kelas Crustacea,
  • Crustaceae (Latin,crusta = kulit); memiliki kulit (eksoskeleton) yang keras
  • Terbagi menjadi dua subkelas yaitu Entomostraca dan Malacostraca
  • Entomostraca merupakan crustacea mikroskopis, contoh daphnia
  • Malacostraca, contohnya udang dan kepiting
Kelas Insecta (serangga)
  • Disebut Hexapoda (kaki berjumlah enam buah)
  • Tubuh terdiri dari bagian kaput(kepala), toraks (dada) , perut (abdomen)
  • Pada caput terda[pat sepasang antena, mata majemuk (mata faset/ mata majemuk) yaitu mata yang terdiri dari banyak inti fokus) dan mata tunggal (oseli)
  • Serangga mengalami metamorfosis, yaitu perubahan bentuk dan ukuran tubuh saat berkembang dari muda menjadi dewasa. Ada dua macam metamorfosis, yaitu

  1. metamorfosis sempurna (holometabola)
  2. metamorfosis tidak sempurna (hemimetabola)
  • Metamorfosis sempurna adalah perkembangan insecta dimana setiap tahap menunjukan perubahan bentuk yang sangat berbeda (4 tahap pertumbuhan), yaitu telur-larva-pupa dan dewasa. Terjadi pada kupu-kupu dan nyamuk


  • Metamorfosis tidak sempiurna adalah tahap perkembangan insecta dimana insecta muda yang menetas mirip dengan induknya, hanya ada organ yang belum  muncul seperti sayap (3 tahap pertumbuhan), yaitu telur- nimfa-dewasa. Terjadi pada belalang, kecoak, jangkrik, capung


8.  Filum Echinodermata (Hewan berkulit duri)
  • Hewan tripoblastik selomata, simetri bilateral, permukaan tubuh berduri,
  • Habitat hidup bebas di dasar laut
  • Duri tumpul atau runcing, memiliki sistem ambulakral,saraf sistem sarap berupa cincin  sarap yg bercabang, sistem pencernaan lengkap.tidak memiliki sistem eksresi, resfirai dengan insang pada rongga tubuh, sistem sirkulasi dengan cairan rongga tubuh
  • Bersifat dioseus, reproduksi seksual secara eksternal, dpat beregenersi
  • Terbagi menjadi lima kelas yaitu Asteroidea, Ophiuroidea, Echinoidea, Holothuroidea dan Crinoidea
9. Filum Chordata terbagi menjadi tiga subfilum yaitu
  1. Subfilum Urochordata (Tunikata), yaitu tidak memiliki notokord, tali saraf dan ekor saat dewasa, hidup di dasar laut
  2. Subfilum Cephalochordata (Lancelet), memiliki notokord di bagian kepala, teli saraf, ekor dan celah faring
  3. Subfilum vertebrata,  penyokong tubuh (notokord)  di tulang belakang
  • Vertebrata adalah kelompok hewan yang memiliki vertebrae memanjang pada bagian dorsal dari kepala hingga ekor
  • Tubuh terdiri atas kepala, badan, dua pasang anggota badan,kulit tersusun atas epidermis dan dermis, endoskeleton terdiri atas tulang atau tulang rawan, memiliki sistem pencernaan
  • alat eksresi ginjal, respirasi dengan kulit dan paru-paru,sistem peredaran darah tertutup
  • Hidup diberbagai habitat, di darat maupun diperairan
  • Berdasarkan ada tidaknya rahang terbagi menjadi dua superkelas, yaitu Agnatha dan Gnatostomata
  • Gnataostomata terbagi menjadi 5 kelas, yaitu pisces (ikan), Amphibia, Reptilia, Aves dan Mamalia
  1. Agnatha (tidak memiliki rahang) dengan ciri berbadan panjang dan ramping (seperti belut), contoh Lamprey dan Hagfish
  2. Gnathostomata (memiliki rahang bersendi yang dapat digerakan ke atas ke bawah, terbagi menjadi enam kelas yaitu :
  • 1. Chondrichthyes (ikan bertulang rawan), ex : Hiu dan Pari
  • 2. Osteichthyes (ikan bertulang keras),  memiliki ciri :sisik sikloid dan stenoid,operculum,gelembung renang, poikiloterm, respirasi dengan insang, peredaran darah tertutup, jantung 2 ruang, ex :kuda laut, ikan nila, ikan gabus dll
  • 3. Amphibia (hidup di dua tempat di darat dan di air), memiliki ciri fase larva di air (insang), fase dewasa di darat (paru dan kulit), permukaan kulit basah oleh lendir, poikiloterm, fertilisasi eksternal, jantung 3 ruang, terbagi menjadi 3 ordo yaitu Anura (katak, kodok), Urodella (salamander), Apoda (Caicilia)
  • 4. Reptilia (hewan melata), memiliki ciri : tubuh terbuat dari sisik yang terbuat dari zat tanduk, respirasi dengan paru-paru,poikiloterm, mengalami pergantian kulit (kornifikasi),jantung terdiri dari 4 ruang dengan sekat yang belum sempurna, fertilisasi internal,telur dilapisi oleh cangkang, terbagi menjadi 3 ordo yaitu Crocodilia (buaya dan aligator), squamata (kadal dan ular), Testudinata (kura-kura dan penyu)
  • 5. Aves ( burung), memiliki ciri : tubuh dilindungi oleh bulu, punya sepasang sayap , paruh, Homoioterm, ovivar, respirasi paru-paru dan kantung udara, jantung terdiri 4 ruang sempurna, ex : elang, penguin, bebek dll
  • 6. Mamalia (hewan menyusui), memiliki ciri, permukaan tubuh ditutupi oleh rambut, memiliki glandula mamae (kelenjar susu), vivivar, jantung 4 ruang (sekat sempurna), homoiterm, 4 anggota gerak, respirasi paru-paru, memiliki gigi.
- Terdiri atas 3 sub kelas :

  1. Prototheria: Ordo Monotremata (Bertelur)
      Ex: Plathypus (Ornithorhynchus sp), Echidna (Tachyglossus sp)
  2. Metatheria
      Ordo: Marsupialia (Hewan Berkantung)
      OPASUM, KANGURU, TASMANIA
  3.  Eutheria (Mamalia Berplasenta)
      carnivora, rodentia, cetacean, chiroptera

Keterangan :

Hewan berdarah dingin atau disebut juga Poikiloterm adalah hewan yang suhu tubuhnya kira-kira sama dengan suhu lingkungan sekitarnya [1]. Poikiloterm suhu tubuhnya dipengaruhi oleh lingkungan. Suhu tubuh bagian dalam lebih tinggi dibandingkan dengan suhu tubuh luar. Yang termasuk dalam Poikiloterm adalah bangsa IkanReptil, dan Amfibi.[2



Homoiterm adalah hewan berdarah panas. Pada hewan homoiterm suhunya lebih stabil, hal ini dikarenakan adanya reseptor dalam otaknya sehingga dapat mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm dapat melakukan aktivitas pada suhu lingkungan yang berbeda akibat dari kemampuan mengatur suhu tubuh. Hewan homoiterm mempunyai variasi temperatur normal yang dipengaruhi oleh faktor umur, faktor kelamin, faktor lingkungan, faktor panjang waktu siang dan malam, faktor makanan yang dikonsumsi, dan faktor jenuh pencernaan air[1] [2]Hewan berdarah panas adalah hewan yang dapat menjaga suhu tubuhnya, pada suhu-suhu tertentu yang konstan biasanya lebih tinggi dibandingkan lingkungan sekitarnya. Sebagian panas hilang melalui proses radiasi, berkeringat yang menyejukkan badan. Melalui evaporasi berfungsi menjaga suhu tubuh agar tetap konstan. 

contoh : burung dan mamalia

http://fitri-smanda.blogspot.co.id/2013/03/kingdom-animalia-dunia-hewan.html